Senin, 22 Juli 2013

Ketika Aku Tua

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat
sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang² berkata² tentang sesuatu yang telah bosan kau
dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus
pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu²
kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah
padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara
untuk membujukmu mandi.

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tekhnologi dan hal² baru,
jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar
menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat
untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar
berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu
untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah
penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat
puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.

Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika
kamu mulai belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan
ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum
penuh rasa syukur dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak
terhingga untukmu.

I Miss you Mom ;(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar